Tampilkan postingan dengan label Keluarga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keluarga. Tampilkan semua postingan

Senin, April 02, 2012

Menu Diet Abi: Minggu Pertama



Bismillah…
Kali ini adalah minggu pertama mempraktekkan buku “Langsung Langsing dalam 4 minggu”. Ceritanya si abi pengen diet wkwkwk… gue pengen nambahin berat badan malah si doi pengen diet,aneh – anhe aja… :P
Ceritanya setiap bangun tidur harus di sediain segelas air putih hangat dengan perasan jeruk/lemon (tanpa gula). Beuh… rasanya kayak apa tuh? Huek.. ga enak pasti… orang mau diet kok susah ya,mendingan mau gemuk makannya enak-enak,susu,roti daging hehe… Syukur ni Allah ga memberikan tubuh ane gemuk,kalau gemuk pan susah pakai diet-diet segala,mana makanan diet ga enak-enak :D
Selepas itu sekitar jam 05.30 – 07.00 mesti kudu menyiapkan:
1.     Segelas (100 gr) jus tomat tanpa gula atau jus lemon (tanpa gula lagi hahaha…) Karena si abi ga doyan jus tomat makanya pakai jus lemon aja
2.    Sebuah (100 gr) Omelet kacang panjang (Sebaiknya gunakan putih telur untuk membuat omeletnya). Kacang panjang bisa diganti dengan brokoli. Nah kalau yang ini mah ane masih doyan,secara mengandung protein. Tapi sayangnya ga boleh dimaem sama roti… deuh kasihan banget… sarapan Cuma ini aja haha… pasti sampai siang bakalan kelaparan :P

Menu Diet Abi Pas Breakfast... Hohoho... Kasian banget

Snack Time sekitar jam 09.00 – 10.00
-      Secangkir teh hijau lagi-lagi tanpa gula atau sari kacang hijau,akhirnya milih sendiri teh hijau yang pahit. Doyan Alhamdulillah.. terpaksa kali yak? :D
Untuk Lunchnya sekitar 12.00 – 14.00
1.     Seekor (75 gr) Ikan lele bakar atau ikan lainnya
2.    Sebuah (50 gr) pepes tahu/tempe
3.    Seporsi (100 gr) tumis brokoli. Dapat diganti cah sawi hijau atau tumis bayam

Snack Time sekitar 15.00 – 16.00
-      Secangkir teh hijau tanpa gula atau wedang jahe dengan gula diabet.
Dinner sekitar jam 18.00 – 19.00
1.     Seporsi (150 gr) cah kangkung udang. Kangkung dapat diganti dengan jamur tiram.

Nah itu adalah menu diet pada minggu pertama hohoho.. belom lagi masih ditambah dengan olahraga setiap hari muterin PT. Sari Husada atau Gembira Loka wkwkwk….katanya sih bisa turun drastis,yuk kita lihat aja kelanjutan ceritanya sampai sebulan kedepan.

Sabtu, Maret 31, 2012

Hasil USG Si Dede Kehamilan 24 Minggu



31/4/2011--- Hari ini adalah jadwal nengokin si dede yang semakin jago aja mendang ummi dari dalam perut,umurnya sih baru 24 minggu tapi tendangannya semakin kenceng. Penasaran ni baby cowok/cewek sih... USG terakhir sebelum pindah ke Yogya belom kelihatan jenis kelamin si dede... Nah mudah-mudahan kali ini si dede nggak malu2 untuk nunjukin ke kita hehe... 

Setelah sharing sama tetangga yang kebetulan juga lagi hamil 3 bulan, beliau sih recomended ama PKU Muhammadiyah Yogyakarta yang di Ahmad Dahlan. Hmm... Jadi nambah penasaran. Kita berdua berangkat naik motor, lumayan jauh sih.. secara rumah kita berada di Kusumanegara,sedangkan RS nya di Ahmad Dahlan. Berangkat jam 09.00 langsung ngisi pendaftaran dll. Sambil nunggu dokternya diperiksa tensinya 110/70 Alhamdulillah normal,BB 40 kg. Ini ni yang susah naikin berat badan... Sepertinya yang memeriksa masih mahasiswa,mungkin mahasiswa co-as kali yak? Masih muda banget dan teliti takut salah kali yak hihihi... 

Sambil menunggu ngelirik samping kanan - kiri deu... kok nggak ada bumil-bumil ya? Yang ada malah orang - orang yang bawa baby gitu. Antrianku sih No 11,lama gak ya? Jam 10.30 Namaku dipanggil. Alhamdulillah masuk deh, dr. Sulistiari Retnowati,S.POG. Bener kata mbak tetangga ternyata dokternya sabar. Setelah ditanya - tanya tentang seputar kehamilan akhirnya di USG juga. Waktunya melihat si dede... 

Bismillah,Heu-heu terharu deh liat USG si dede yaang super duper ngasi kejutan buat abi dan ummi nya... Tangannya melambai boo... mungkin dia berkata dan menyapa kami disini " Hai...Ummi,Abi... Ini dede" Heran deh dengan tingkah laku si dede dalam perut yang super-duper narsis hehe... Si dokter aja bilang wah posisinya lagi bagus nich... jarang-jarang lho kayak gini. Deuh anakku sayang.... dede baik - baik ya di rahim ummi. Ummi sayang sama dede... 

Pas tanya sama dokternya ni baby cewek atau cowok dok? Belum terlalu kelihatan sih,tapi kemungkinan cewek. Alhamdulillah... yeah... ummi jadi punya temen deh... :) Kasihan si abi gak ada temennya hehe... 
Berarti sekarang nggak manggil dede hafidz dong... Mulai sekarang ummi manggilnya dede cantik syifa... muaccchhhh....

Kamis, Februari 23, 2012

Kehamilan Sebuah Anugerah Terindah


Sungguh, kehamilan adalah sesuatu yang menakjubkan yang terjadi pada seorang wanita. Tak terhitung hal yang menakjubkan terjadi saat kehamilan dialami. Mulai dari menakjubkannya proses awal penciptaan seorang manusia dalam rahim, hingga menakjubkannya perubahan-perubahan yang dirasakan oleh wanita hamil.
Saat ini saya sedang hamil empat bulan. Dan sudah empat bulan ini pula saya banyak sekali mengalami hal-hal yang dulu tak pernah saya bayangkan jika mengalami kehamilan. Memang, saya seringkali mendengar cerita teman atau sekedar membaca artikel tentang kehamilan. Tetapi, tetap saja, mengalaminya sendiri sungguh sebuah pengalaman menakjubkan. Menakjubkan sukanya. Juga menakjubkan dukanya.
Suka, itu sudah pasti. Wanita mana yang tidak suka ada janin di kandungannya. Hari demi hari merasakan perkembangannya di dalam Rahim. Suka, sebab akan hadir penyejuk mata dan jiwa. Penggembira hati bagi ayah dan bundanya. Terlebih jika ia dapat menjadi pengingat ketika lupa kepada Sang Pencipta. Lalu dukanya? Sudah diceritakan oleh Allah dalam Al-quran bahwasanya seorang ibu yang mengandung dalam keadaan yang susah yg bertambah-tambah. Diawali dengan mual, muntah, pusing, tidur yang tak lagi bisa nyenyak, dan berbagai gejala lainnya.
Begitu beruntung wanita hamil yang tak mengalami mual muntah di kehamilannya. Bagi yang mengalaminya, apalagi yang parah, sungguh kesabarannya begitu diuji. Bangun tidur di pagi hari, muntah. Selesai sarapan, makan siang atau makan malam, muntah. Makanan apapun yang baru masuk perut, harus keluar lagi lewat muntah.
Dengan kondisi seperti ini, selera makan tentu akan berkurang. Akhirnya lambung kosong. Jadilah ibu hamil tersebut harus muntah yang rasanya sangat pahit karena tidak ada makanan yang bias dimuntahkan lagi. Jadilah lambung perih. Tubuh lemah. Jika sebagai ibu hamil tidak memotivasi diri untuk makan, maka kondisi seperti ini akan berlanjut, bahkan hingga trimester kedua atau lebih parah ke trimester ketiga.
Begitulah sebagian kondisi yang dirasakan seorang ibu hamil. Apalagi jika membicarakan resiko yang akan ditanggungnya. Resiko terbesarnya adalah ketika berjuang melahirkan sang bayi, kehidupan yang harus dikorbankan.
Itulah kehamilan yang menakjubkan. Ia adalah anugerah yang menakjubkan bagi wanita. Juga adalah sekaligus ujian yang menakjubkan bagi wanita. Akhirnya, hanya dua kunci dalam menikmatinya; syukur dan sabar. Sebab, ada satu hal lagi yang menakjubkan bagi seorang ibu hamil; di setiap harinya ribuan malaikat memohonkan ampun baginya kepada Allah. Subhanallah!

Minggu, November 13, 2011

Aktivitas di Senin Pagi

 Seperti biasa di senin pagi aktivitas pertama awal minggu, menyusun schedule minggu ini. Jadwal - jadwal yang padat, serangkaian aktivitas rumah  tangga (masak,nyuci,ngepel,nyertika maklum nggak punya pembantu dan aku juga nggak mau punya pembantu), mengajar mahasiswa dan minggu ini ada jadwal baru yakni kembali mengajar private setelah berbulan-bulan selepas menikah aktivitas ini sempat aq tinggalkan. 

Pagi yang cerah, Selepas melaksanakan sholat dan tadarus langsung menuju dapur (deuy dah gaya ibu-ibu aja) tengok kanan kiri, putar badan depan belakang megangin bumbu-bumbu, dan bertanya masak apa ya pagi ini untuk breakfast? Hmm... sepertinya nasi tadi malam masih ada, cukuplah untuk di goreng. Dibelakangku,suamiku sedang mencuci pakaian, upsss... bukannya aq yang tega lho tapi beliau sendiri yang menawarkan untuk mencuci pakaian kita. Ga papa dech, Rasulullah juga sering kok membantu pekerjaan rumah istrinya (kali aja beliau benar - benar meneladani Rasulullah). Kembali ke masakanku, akhirnya ulak - ulek bentar jadi dech nasi goreng telor dan telur dadar gobal - gabul (minjem istilahnya SS) dan susu coklat panas serta krupuk pedas kesukaan suami tercinta.Selepas itu mandi dan membersihkan diri, Subhanallah segar sekali ternyata.

Suamiku sedang membersihkan motornya untuk berangkat ke kerja ke Yogya, Siap-siap ditinggal lagi dech :((. Akhirnya ku putuskan untuk menyiapkan sarapan dan membersihkan rumah, jendela kubuka lebar-lebar dan kusapu, sepertinya nggak perlu ngepel karena masih bersih (maklum belum ada anak kecil). Ku lihat handphone ku ternyata ada sms dari Ketua STIE untuk membuat surat tugas koordinator english speaking di kampus. Sekalian deh, sambil nyapu ku nyalakan laptopku.... Aku ingin melaksanakan tugasku segera, agar tidak tertunda-tunda. 

Pukul 06.30 kami sarapan berdua, seperti biasa kami membiasakan makan sepiring berdua, romantis kan? jangan ngiri ya :), Dan seperti biasa my beloved hubby selalu memuji setiap masakanku... Subhanallah.... Amazing, perfecto, Hmmm... yummmy itulah kata-kata yang sering terucap setiap kali menikmati masakan buatanku. Semoga nggak bohong :))

Selepas itu tibalah perpisahan itu ku peluk pundaknya, kucium punggung tangannya, ya... suamiku harus kembali bekerja di yogya dan aku harus menjaga rumah cinta kita di solo. Menyelesaikan pengabdianku sebagai dosen dan Front Office di Sebuah kampus di Solo. Selalu ada rasa sedih ketika ditinggalkan, tetapi itulah pengorbanan. Sabar ya Insya Allah 6 bulan lagi kita akan bersama :).

Selasa, Oktober 25, 2011

Bhakti Seorang Istri Terhadap Suaminya

Sahabat masih ingatkah akan sebuah hadits dibawah ini: 

"Siapa saja isteri yang meninggal dunia, sedangkan suaminya redha terhadap kepergiannya, maka ia akan masuk Surga."
(Riwayat Tarmizi)
 
Taat dan selalu berbakti pada suami merupakan kewajiban seorang istri, selama bukan untuk bermaksiat kepada Allah SWT. Bahkan ketaatan istri pada suami serta mengakui hak suami pahalanya disamakan dengan jihad di jalan Allah. Namun sayang, hanya sedikit dari para wanita yang melakukannya.

Suami memang memiliki hak atas istrinya yang senantiasa harus dijaga, ditaati dan ditunaikan oleh istri dengan baik, hingga dengan itu ia bisa masuk surga. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW,
Apabila seorang istri mengerjakan shalat yang lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya (menjaga kehormatannya), dan taat kepada suaminya, niscaya ia akan masuk surga dari pintu mana saja yang dia kehendaki. (Ibnu Hibban dari Abu Hurairah ra.)

Suami merupakan surga dan neraka seorang istri. Apabila istri taat pada suami, maka surga yang ia dapatkan, tetapi jika mengabaikan hak suami, tidak taat padanya, maka hal itu dapat menjatuhkannya ke dalam neraka. Sebagaimana sabda Rasulullah dalam sebuah haditsnya,
Perhatikanlah bagaimana hubunganmu dengannya, karena suamimu merupakan surgamu dan nerakamu.” (Riwayat Ibnu Abi Syaiban, an-Nasai, Ahmad, al-Hakim, al-Baihaqi, dari bibinya Husain bin Mihshan ra, Adz-Dhahabi)

Bentuk ketaatan seorang istri pada suami itu antara lain sebagai berikut :

Selalu menjaga kehormatan diri dan suami serta harta suami. Sebagaiman Allah firmankan dalam an-Nisa : 34
Maka wanita-wanita yang baik itu ialah yang mentaati (suaminya) dan menjaga (hal-hal) yang tersembunyi dengan cara yang dipeliharakan oleh Allah.
Sabda Rasulullah SAW dalam haditsnya,
Tidaklah mau aku kabarkan kepada kalian tentang sesuatu yang paling baik dijadikan bekal seseorang? Wanita yang baik (shalihah), yang jika dilihat (suami) ia menyenangkan, jika diperintah (suami) ia mentaatinya, dan jika (suami) meninggalkannya ia menjaga dirinya dan harta suaminya.(Riwayat Abu Daud dan an-NasaâI).

Istri wajib melayani suami dengan baik, termasuk masalah berjimaâ. Istri tak boleh menolak, kecuali jika ia sakit atau memiliki udzur yang membuat tak bisa melakukan kewajiban tersebut.

Sabda Rasulullah SAW,
Apabila seorang suami mengajak istri ke tempat tidur (untuk berjimaâ), dan istri menolak (sehingga membuat suaminya murka), maka si istri akan dilaknat oleh malaikat hingga (waktu) subuh.â (Diriwayatkan Bukhari, Muslim, Ahmad, Abu Dawud, an-NasaâI, ad-Darimi dan al-Baihaqi, dari Abu Hurairah ra)

Dalam haditsnya yang lain Rasulullah bersabda,
Demi Allah, yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, seorang wanita tidak akan bisa menunaikan hak Allah sebelum ia menunaikan hak suaminya. Andaikan suami meminta dirinya padahal ia sedang berada di atas punggung unta, maka ia (istri) tetap tidak boleh menolak.(Ibnu Majah, Ahmad, Ibnu Hibban dari Abdullah bin Abi Aufa ra)

Istri juga tidak boleh berpuasa sunnah kecuali dengan izin suaminya, apabila suaminya berada di rumahnya (tidak safar). Hal ini berdasarkan hadits Nabi SAW,Tidak boleh seorang wanita puasa (sunnah) sedangkan suaminya ada (tidak safar) kecuali dengan izinnya. Tidak boleh ia mengizinkan seseorang memasuki rumahnya kecuali dengan izinnya. Apabila ia menginfakkan harta dari usaha suaminya tanpa perintahnya, maka separuh ganjarannya adalah untuk suaminya.

Seorang istri harus melaksanakan hak suami, mengatur rumah dan mendidik anak.

Jika istri berkewajiban mematuhi suami dalam melampiaskan syahwatnya, maka lebih wajib lagi baginya untuk taat pada suami dalam urusan yang lebih penting dari itu, seperti masalah pendidikan anak dan kebaikan.

Pekerjaan ini adalah tugas yang sesuai dengan fitrah, bahkan merupakan tugas pokok yang wajib dilaksanakan dan diupayakan dalam rangka membentuk usrah (keluarga) bahagia dan mempersiapkan generasi yang baik.

Seorang istri berkewajiban pula untuk selalu menjaga kemuliaan dan perasaan suami, baik dalam penampilan, tidak menuntut suami dengan hal yang tak mampu, tidak melawan suami atau melakukan hal yang tidak disukainya, dan tidak merendahkannya ataupun menjelekkan keluarga suami. Sebab hal itu bisa membuatnya tidak ridho.

Maka benarlah apa yang dilakukan para sahabat Rasulullah SAW, apabila menyerahkan wanita kepada suaminya, mereka memerintahkan agar melayani suami, menjaga haknya dan mendidik anak-anak. Tunduk pada suami mereka dengan penuh kerelaan, mendengar dan taat pada suami dengan cara yang baik. Tidak mengeluh hingga suami tak menyukainya serta tidak mengkhianatinya. Para sahabat ini membekali putri mereka dengan nasehat sebagai dasar-dasar kehidupan suami istri yang penuh kebahagiaan.

Demikianlah, seorang suami adalah pemimpin dalam rumah tangganya, bagi istri juga bagi anak-anaknya. Karena Allah telah menjadikannya sebagai pemimpin, Allah memberikan keutamaan yang lebih besar pada laki-laki atas wanita, karena dialah yang berkewajiban memberi nafkah pada istrinya. Masing-masing dari suami atau istri memiliki hak dan kewajiban. Namun suami mempunyai kelebihan atas istrinya. Hingga setelah wali atau orangtua sang istri menyerahkan kepada suaminya, maka kewajiban taat kepada suami menjadi hak tertinggi yang harus dipenuhinya, setelah kewajiban taatnya kepada Allah SWT dan Rasul-Nya SAW.

Perlu diketahui, Islam hanya membatasi ketaatan tersebut dalam hal-hal yang maâruf sesuai petunjuk Al-Qurâan dan As-Sunnah seperti yang dipahami generasi salafush shalih. Jika perintah suami bertentangan dengan hal di atas, tidak ada kewajiban bagi seorang istri untuk menaatinya, namun istri berkewajiban memberi nasihat pada suami dengan lemah lembut dan kasih sayang.

Dan sebagai tambahan akan saya uraikan tentang berbakti kepada suami yaitu:

1)     Harus menghargai dan menerima pemberian suami.
Seorang istri wajib menerima pemberian dengan senang hati, meski pemberian itu kurang berkenan dihatinya. Rasulullah SAW bersabda, “Perempuan (istri) yang menyusahkan suaminya dalam urusan nafkah atau membebani suaminya padahal ia tidak mampu, Allah tidak akan menerima amalnya”.

2)     Menjaga kehormatan diri dan harta suami.
Inilah istri yang saleh, ia juga tidak akan meninggalkan rumah tanpa izin suami. Sabda Rasulullah SAW, “Perempuan (istri) adalah pemimpin di rumah suaminya dan bakal ditanya tentang kepemimpinannya itu serta tentang harta suaminya.” (HR. Bukhari-Muslim).

3)     Menyenangkan hati suami.
Untuk itu Rasulullah menganjurkan agar para istri berdandan dihadapan suaminya. “Sebaik-baiknya perempuan (istri) ialah yang menyenangkanmu jika engkau memandangnya.” (HR. Tabrani). Sangat mudah bagi istri untuk bisa merawat dan mempercantik diri. Selain bersalon, lebih utama lagi adalah dengan memanfaatkan air wudhu, insya Allah akan diberikan kecantikan alami plus cahaya Allah.

4)     Melayani suami dengan baik.
Pekerjaan mengatur rumah dan segala isinya adalah tugas istri termasuk juga melayani suami selama istri mampu melakukannya. Rasulullah SAW bersabda, “Apabila seorang suami mengajak istrinya untuk memenuhi kebutuhannya, hendaknya si istri mendatanginya meski ia sedang berada di dapur.” (HR. Tirmidzi dan Nasa’i)

5)     Taat dan patuh kepada suami.
Inilah kewajiban paling utama seorang istri. Rasulullah bersabda, “Sebaik-baiknya istri ialah jika memandangnya kamu akan terhibur. Jika kamu menyuruhnya, ia akan menurut patuh. Jika kamu memintanya melakukan sesuatu, ia memenuhinya dengan baik, dan jika kamu bepergian, ia menjaga dirinya dan harta bendamu.” (HR. Nasa’i). Saat terjadi pertengkaran pun, istri harus tetap hormat kepada suami. Namun, perlu diingat, kewajiban akan gugur jika suami menyuruhnya untuk bermaksiat kepada Allah.

Demikianlah berbagai kewajiban istri kepada suami menurut kacamata agama. Istri juga harus bisa beraktualisasi. Berdoalah kepada Allah agar senantiasa diberikan ilmu yang bermanfaat, terutama ilmu menjadi seorang istri salehah sebagai calon penghuni surga-Nya.

Dan akhirnya semoga kita selalu dimudahkan dalam menjalankan kewajiban pada suami dalam kebaikan, hingga mampu meraih pahala jihad. Amiin..

Sumber Telaah: Majalah Bikah edisi Januari 2009 dan tambahan dari berbagai sumber termasuk dari penulis :)