Rabu, Desember 15, 2010

Aku Tak Ingin Jadi Karyawan

Siapa sih yang gak mau menjadi karyawan yang terbaik? semua orang ingin menjadi yang demikian, namun banyak banget yang harus kita siapkan, mulai dari edukasi,totalitas, loyalitas serta tanggung jawab. Semua harus ada dalam diri karyawan... HUpsss.... setelah aku mencoba mencari pengalaman dari berbagai bidang dalam pekerjaan (jiah.....) Ya ia dunk kalau diitung-itung semenjak SD aku udah punya pengalaman kerja baik secara legal maupun non legal... upsss... maksud aku diakui (dapat SK) atau yang asal kerja dapat uaang. hehe..

Ketika aku SD aku pernah berwiraswasta menjadi "pengusaha cilik" kata papa ku waktu itu. Aku berjualan makanan ringan seperti stick, donat, dan makanan ringan lainnya. Yah itung-itung jadi karyawannya mama qu... yang saat itu bisnis makanan buatan sendiri. Pertama kali menjadi karyawan mama qu... huh rasanya nggak enak kalau mau mendistribusikan donat ke pelanggan harus bangun pagi sekitar jam 04.30 an sembari menunggu adzan shubuh. Pukul 05.30 an harus sudah berada di rumah pelanggan, menyetorkan donat-donat dan snack yang di pesan. Kali ini aku bisa ngerasain susahnya nyari uang hehe... Gak pengen dech jadi karyawan. 

Setelah aku SMP aku lumayan jauh sekolahnya, sekitar 1,5 Km. menaiki sepeda melanjutkan usaha ketika SD aku pun sempat menjadi pengusaha cilik kembali. Sampai akhirnya aku berhenti berjualan karena alasan konsentrasi pada sekolah, padahal sebenarnya tidak mengurangi keaktifanku dalam kelas dan tetap juara kelas.  Tapi tetap saja ada alasan untuk aku menjadi karyawan kembali, rumah bulekku berada dijalan masuk SMP ku. beliau mempunyai kantin yang melayani anak-anak SD, SMP dan SMA wah super duper dech sibuknya kalau pagi dan sore, dengan alasan ini pula aku diminta membantunya melayani pembeli, otomatis tanpa batre aku kembali menjadi karyawan. Lumayanlah bisa untuk beli aksesorisku hehe... tapi terkadang walaupun sering megang uang aku juga sering kecapean pernah suatu ketika sampai sakit hingga tak mempunyai suara. Alasan ini yang kemudian membuat aku berhenti membantu bulekku untuk bekerja di kantinnya. Dah dech kagak udah jadi karyawan lagi ach.... capek... 


Setelah aku menginjak bangku SMA, hampir tidak berhubungan dengan dunia kerja kecuali membantu keluarga om ku yang menjabat sebagai Kepala sekolah di SMA tempat aku sekolah SMA Muh. Al-Amin Sorong. Keseharianku hanya menemani anak-anaknya bermain dan belajar, tetapi menurutku ini sama saja dengan menjadi karyawan, bayarannya aku numpang tinggal disana, selama sebulan aku disana mulai dah rasa gak kerasan kembali menggodaku, akhirnya kuputuskan saja untuk pulang dan berangkat sekolah dari rumahku saja walau jarak sekolah lumayan jauh. 

Setelah aku pindah ke MAN Model Sorong aku juga tidak merasakan menjadi karyawan, hingga kelas II SMA baru kembali mama qu membuka usaha dibidang fashion, elektonik dan perlengkapan rumahtangga, kembali aku merasakan menjadi karyawan kembali. Mengantarkan barang ke pelanggan, menarik uang tagihan bagi yang membeli dengan sistem kredit, menawarkan barang dan lain-lain. Dari sini aku belajar menjadi penjual yang baik, menawarkan, memberikan harga, diskon, return dan lain-lain. Lumayanlah untuk bekal menjadi pengusaha sukses nantinya amin...amin...

Semua kenangan diatas secara deskriptif memang aku menjadi karyawan yang ilegal alias tidak ada SK nya hehe... ya ialah orang kerja buruh gitu wkwkwk...tetapi disisi lain aku dapat merasakan bahwa menjadi karyawan itu nggak enak bangeeeettsss.. disuruh-suruh, dimarahi, dan hal lain yang nggak enak-enak. Ogah ah.. ngerasain jadi karyawan lagi. Jeritku waktu itu. besok kalau aku besar aku mau jadi bos aja. Walaupun mungkin hanya JURAGAN BERAS hehe... (wah yang ini mah berasnya berton-ton).


Waktu terus berjalan sehingga impianku menjadi karyawan benar-benar hampir terlupakan, hingga akhirnya aku harus menimba ilmu di Kota Solo beribu-ribu kilometer dari rumahku, jarak yang begitu jauh Papua - Solo. Pada awal-awal kuliah aku menerima uang transferan dari papa setiap bulannya malah pernah sebulan 3 kali hehe... boros amit. Setelah diamat - amati dan dipertimbangkan kok aku jadi malu ya. Akhirnya kuputuskan kembali untuk mencari uang dari hasil keringatku sendiri. Kalau aku bergabung dengan instansi lain pasti aku nggak punya waktu untuk kuliah gimana nggak kuliah aja mulai jam 06.00 dan berakhir 22.00 jadwal yang begitu padat maklum kita kelas Unggulan dan double kurikulum. Sampai akhirnya semester V aku mencoba untuk berdagang kembali menjual baju-baju, buku-buku serta lest privat, walau hasilnya nggak seberapa lumayanlah ngurangi transferan papa. 

Semester 1 - 5 aku pernah diangkat menjadi asisten keuangan PESMA bersama mbak rehan, ngurusi keuangan dan tetek-bengeknya. fuihhhh.... benar2 menjadi karyawan.

Semester VIII aku mulai diangkat menjadi Front Officer di kampusku 29 April 2009, walaupun nggak digaji aku senang bisa bekerja disebuah lembaga yang belum pernah aku coba bidangnya juga. Menantang nich... ujarku. Akhirnya aku menjadi seorang karyawan kembali berangkat jam 08.00 dan pulang jam 17.00 rutinitas yang melelahkan. Tetapi aku suka karena aku setiap hari bertemu dengan karakter dan perilaku orang dari berbagai sisi. 

Kembali pada tahun 2010 terjadi penerimaan mahasiswa di kampusku, aku yang bekerja sebagai  FO harus ditambahi bagian penerimaan mahasiswa baru plus bagian keuangan.huhhhff... setiap hari aku harus pulang malam, membuat laporan keuangan dan hasil penerimaan hari itu juga. Pernah sampai menginap di kantor haha...
Gara - gara menjadi FO sampai berat badanku yang dulunya 40 - 42 kg langsung turun drastis menjadi 35 dan alhamdulillah sekarang udah naik menjadi 37,79 kg. Gimana nggak, makan siang sering telat kadang malah nggak maem, baru aja kelar kerjaan ini eh udah datang kerjaan lain.... belum lagi ketika bulan April aku juga dipercaya menjadi Admin dan Keuangan di Al-Es'af English School yaitu tempat les dan Privat bahasa Inggris. Nyaris pulang malam setiap ada jam les. pulang2 langsung menuju tempat tidur dan zzzzzzzZZZZzzzz bobo dah....

Dengan bejibunnya rutinitasku menjadikan aku ilfeel lagi ma yang namanya jadi karyawan.... ogah ah.... tapi ini itung - itung pengalaman lah menjadi orang sibug hehe.... ntar kalau udah nikah pengen kerja yang nyante aja alias gak dikejar-kejar waktu. Amin Amin.... :)


5 komentar:

Anonim mengatakan...

okedeh...kalo mau kerja aja di internet..hehe

Linduaji Masman

INNEKE ASRINDANI BLOG mengatakan...

Linduaji Jasman @ dah nyoba tapi banyak kecewanya tuch mas.... :) apa belum beruntung aja ya?? hehe

Muhammad Edi Sutanto mengatakan...

Subhanallah..
sangar :)

hmm.. btw mengenai Sorong - Solo.. ko' bisa nyasar sampai sejauh itu sich ?? :(
bingung.. hehehe..

INNEKE ASRINDANI BLOG mengatakan...

Muh. Edi @ Ya bisa dund...

Kan hijrah....

Agung A. Kusuma mengatakan...

Ayo kerja, kerja apa aja yang penting halal..
=D